Rabu, 14 Desember 2016

essy fisioterapi menangani terapi kaki kesleo,ngalian taman bringin elok blok R no 1 semarang

Pergelangan kaki keseleo terjadi ketika ligamen jaringan ikat keras yang menghubungkan tulang-tulang) kaki cedera. Posisi kaki yang berubah atau memutar secara tiba-tiba dapat membuat ligamen meregang terlalu jauh atau bahkan sobek. Begitu pula jika menapakkan kaki dengan sudut yang salah atau menggunakan terlalu banyak tenaga, ligamen dapat tersentak. Padahal sejatinya, ligamen berfungsi untuk membantu menstabilkan sendi dan mencegah gerakan yang berlebihan.
penanganan pertama ketika pergelangan kaki keseleo - alodokter
Pergelangan kaki keseleo dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan parah. Untungnya, keseleo pergelangan kaki ringan dan sedang dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda dapat melakukan berbagai hal berikut:
  • Lindungi pergelangan kaki yang keseleo agar cederanya tidak berkelanjutan, misalnya membalut kaki dengan perban.
  • Istirahatkan sendi pergelangan kaki selama 2-3 hari Tapi bukan berarti Anda tidak dapat beraktivitas sama sekali. Walau kaki keseleo, Anda masih bisa berolahraga, misalnya dengan melatih tangan-tangan dan bagian kaki yang tidak keseleo dengan menggunakan sepeda statis.  Disarankan untuk tidak berlari atau melompat hingga Anda bisa berjalan tanpa kaki terasa sakit. Selain itu, jangan paksa pergelangan kaki untuk terus bergerak dan jangan berjalan kaki terlalu jauh atau lama. Lebih baik berdiri dan berjalan di sekitar rumah yang jaraknya pendek, walaupun menggunakan kruk.
  • Kompres pergelangan kaki yang keseleo dengan air es. Tujuannya, membatasi pembengkakan agar tidak meluas sekaligus meredakan. Selain itu, es juga membantu mengurangi rasa sakit. Kompres dingin daerah yang cedera sesegera mungkin selama 15 sampai 20 menit, 4-8 kali sehari. Hal ini dilakukan untuk 48 jam pertama atau sampai bengkak mengempis. Jika Anda menggunakan es batu, jangan ditempelkan langsung ke kulit. Selain itu, jangan terlalu lama menempelkan es di kulit karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
  • Balut pergelangan kaki yang keseleo dengan perban elastis atau neoprene (karet sintetis) selama setidaknya 48 jam (bisa kurang atau lebih). Gunanya untuk membatasi pembengkakan dan membantu sendi beristirahat. Jangan memperban pergelangan kaki terlalu kencang atau erat karena bisa membatasi aliran darah ke kaki. Jika jari-jari kaki berubah warna, kesemutan, atau terasa mati rasa, segera buka perban.
  • Angkat pergelangan kaki yang keseleo hingga setinggi jantung selama 2-3 jam sehari jika memungkinkan. Tujuannya untuk membantu membatasi dan mengurangi pembengkakan serta memar. Caranya, berbaringlah di sofa atau tempat tidur dan letakkan kaki di atas tumpukan beberapa bantal. Bila tidak memungkinkan, kaki bisa diangkat setinggi pinggul saat duduk di kursi. Oh iya, perlu diingat agar tidak menggunakan perban ketika kaki dinaikkan. Mengapa? Karena perban bisa membatasi aliran darah ke kaki.
  • Minum obat penghilang rasa sakit dan antiperadangan seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau aspirin setelah makan. Namun jangan terlalu sering mengonsumsi obat ini, kecuali dengan resep dokter.
  • Dalam 72 jam setelah keseleo, dianjurkan untuk tidak mandi air panas, bersauna, mengonsumsi minuman beralkohol, berlari, atau memijat pergelangan kaki yang keseleo. Ditakutkan jika hal-hal tersebut dapat meningkatkan perdarahan dan pembengkakan, menghambat proses penyembuhan, dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
  • Lakukan olahraga peregangan jika dokter menganjurkan.

essy fisioterapi terapi otot mulut,ketawalah,,,,,,

1. Cerita Lucu Mukidi: Surga atau Neraka
Bu Guru: “Anak-anak. Siapa yang mau masuk surga?”
Anak-anak: (Dengan serempak) “Sayaa!”
Mukidi: (Lagi duduk di belakang hanya diam saja).
Bu Guru: “Siapa yang mau masuk neraka?”
Anak-anak: “Tidak mauu!”
Mukidi: (Tetap diam saja).
Bu guru: (Mendekat) “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?”
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru.”
Bu Guru: “Kenapa?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan. Mukidi, apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA.

2. Cerita Lucu Mukidi Bantu Nenek
Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.
Mukidi: “Bisa saya bantu nek?”
Nenek: “Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”
Mukidi: “Ada lagi nek?”
Nenek: “Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?”
Mukidi: (Mengangguk).
(Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai).
Mukidi: “Cukup nek?”
Nenek: “Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis, maaf tulisan nenek jelek.”


Rabu, 07 Desember 2016

intermezo TERAPI WICARA pada anak anak,Taman Bringin Elok Blok.R NO 1 NGALIAN SEMARANG

TERAPI WICARA  merupakan gabungan dari kata terapi yang berarti cara mengobati suatu penyakit atau kondisi patologis, dan kata wicara yang berarti media komunikasi secara oral yang menggunakan simbol-simbol linguistik, dimana dengan media ini seseorang dapat mengekspresikan ide, pikiran dan perasaan. Dengan demikian istilah terapi wicara memiliki pengertian yaitu cara atau teknik pengobatan terhadap suatu kondisi patologis di dalam memformulasikan ide, pikiran dan perasaan ke bentuk ekspresi verbal atau media komunikasi secara oral.
 Prosedur Kerja Terapi Wicara
Tenaga terapis wicara memiliki suatu sistematika pelayanan yang secara berurutan, meliputi : asesmen, menegakkan diagnosis dan prognosis, perencanaan program, pelaksanaan terapi serta evaluasi. Secara spesifik tindakan ini hanya dapat dilakukan oleh terapis wicara. Ketika menjalankan tugasnya dapat bekerja sama dengan ahli-ahli lain yang terkait, karena penanganan terhadap kondisi gangguan perilaku komunikasi dilakukan secara multidisipliner.

Selanjutnya prosedur kerja terapi wicara secara lebih terperinci diuraikan sebagai berikut:
a. Asesmen
Bertujuan untuk mendapatkan data awal sebagai bahan yang harus dikaji dan dianalisa untuk membuat program selanjutnya. Asesmen ini meliputi tiga cara, yaitu melalui anamnesa, observasi, dan melakukan tes, di samping itu juga diperlukan data penunjang lainnya seperti hasil pemeriksaan dari ahli lain.
b. Diagnosis dan Prognosis
Setelah terkumpul data, selanjutnya data tersebut digunakan sebagai bahan untuk menetapkan diagnosis dan jenis gangguan/gangguan untuk membuat prognosis tentang sejauh mana kemajuan optimal yang bisa dicapai oleh penderita.
c. Perencanaan terapi wicara
Perencanaan terapi wicara ini secara umum terdiri dari :
1) Tujuan dan program (jangka panjang, jangka pendek dan harian).
2) Perencanaan metode, teknik, frekuensi dan durasi.
3) Perencanaan penggunaan alat.
4) Perencanaan rujukan (jika diperlukan).
5) Perencanaan evaluasi.
d. Pelaksanaan terapi wicara
Pelaksanaan terapi harus mengacu pada tujuan, teknik/metode yang digunakan serta alat dan fasilitas yang digunakan.
e. Evaluasi
Kegiatan ini terapis wicara menilai kembali kondisi pasien dengan membandingkan kondisi, setelah diberikan terapi dengan data sebelum diberikan terapi. Hasilnya kemudian digunakan untuk membuat program selanjutnya.
f. Pelaporan Hasil : Pelaporan pelaksanaan dari asemen sampai selesai program terapi dan evaluasi.


2. Bidang Garap dan Diagnosis Terapi Wicara
a. Bidang Garap Terapi Wicara
Gangguan berkomunikasi merupakan suatu kondisi yang masih bersifat umum dan belum terperinci. Gangguan komunikasi dapat dibedakan sesuai dengan tingkat kerusakan dan jenis gangguannya. Secara umum gangguan komunikasi ini dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu gangguan bahasa dan gangguan wicara, yang selanjutnya gangguan wicara dibedakan menjadi gangguan artikulasi, gangguan suara, dan gangguan kelancaran. Sedangkan menurut kurikulum Pendidikan Terapi Wicara tahun 2002, gangguan komunikasi ini dibedakan dalam 4 (empat) kelompok besar gangguan komunikasi serta gangguan menelan. Gangguan komunikasi, meliputi : Gangguan wicara, Gangguan Bahasa, Gangguan Suara, Gangguan Irama dan Kelancaran. Dari klasifikasi tersebut diperinci lagi ke dalam jenis-jenis gangguan yang berkaitan pada masing-masing gangguan atau gangguan komunikasi.

Sabtu, 03 Desember 2016

Intermezo fisioterapi terapi instalasi meringankan batuk pilek pada balita

Menerima terapi instalasi batuk pilek pada balita, Ngalian TBE blok R. 1 SEMARANG
085878536963

Prosedur penanganan batuk pilek pada balita dengan terapi instalasi
Peralatan:
Obat obatan cair
Tabung oksigen
Masker nebulazier
Bantal
Tempat tidur
Kursi
Infrared

PROSEDUR PENANGANAN
Pertama, sebelum penanganan anjuran pasien untuk banyak minum air putih dan memakai pakaian yang longgar
Kedua, beri posisi nyaman pada pasien diatas tempat tidur
Ketiga, lakukan penyinaran dengan Infrared pada bagian dada dan punggung selama 10_15 menit
Keempat, masukan obat cair kedalaman tabung
Kelima, pasang Masker pada bagian lubang hidung pasien selama 5_10menit
Kemudian lepas semua alat dan mulai.terapi dengan menepuk nepuk secara perlahan selama 5menit,teknik ritmix dilakukan dengan telapak tangan yang melakukan pada dinding dada atau punggung
Setelah itu biasanya pasien akan mengeluarkan lensirnya sehingga dapat meringankan batuk pilek pada pasien..
Semoga lekas sembuh